Minggu, 18 November 2012

Semangat Kebangsaan, Nasionalisme, dan Patriotisme dalam Kehidupan Sehari-hari



KD4

D. Semangat Kebangsaan, Nasionalisme, dan Patriotisme
dalam Kehidupan Sehari-hari

1.      Pengertian Umum Nasionalisme
Nasionalisme dapat dikatakan sebagai sebuah situasi kejiwaan dimana kesetiaan seseorang secara total diabadikan langsung kepada Negara atas nama sebuah bangsa. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pengertian nasionalisme adalah “pencinta nusa dan bangsa sendiri”, “memperjuangkan kepentingan bangsanya”, “semangat kebangsaan”.
 Nasionalisme dibedakan menjadi 2, yaitu nasionalisme dalam arti luas dan nasionalisme dalam arti sempit. Dalam arti luas, nasionalisme adalah paham kebangsaan, yaitu mencintai bangsa dan Negara dengan tetap mengakui keberadaan bangsa dan Negara lain. Dalam arti sempit, nasionalisme diartikan sebagai mengagung-agungkan bangsa dan Negara sendiri dan merendahkan bangsa lain.paham ini disebut dengan paham chauvimisme, dikembangkan pada masa jerman di bawah Hitler dan di italia di bawah Musolini.
Dalam arti sederhana, nasionalisme adalah sikap mental dan tingkah laku individu atau masyarakat yang menunjukan adanya loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya.

2.      Nasionalisme Indonesia
a.       Prinsip-prinsip Nasionalisme Indonesia
Dapat disimpulkan bahwa nasionalisme indoesia yang berdasarkan
pancasila adalah bersifat “majemuk tunggal”.
Unsure-unsur nasionalisme (bangsa) Indonesia, sbg:
1.      Kesatuaan sejarah ;
2.      Kesamaan nasib ;
3.      Kesatuaan kebudayaan ;
4.      Kesatuan wilayah ;
5.      Kesatuan asas kerohanian.
b.      Nilai-nilai yang terkandung dalam nasionalisme
1.      Menempatkan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan golongan;
2.      Sanggup/rela berkorban untuk bangsa dan Negara;
3.      Mencintai tanah air dan bangsa;
4.      Bangga berbangsa dan bernegara Indonesia;
5.      Menjunjung tinggi persatuaan dan kesatuan berdasarkan prinsip Bhineka Tunggal Ika;
6.      Memajukan pergaulan untuk meningkatkan persatuan bangsa dan Negara.


3.      Semangat Patriotisme Indonesia
motivasi para pejuang bangsa Indonesia untuk melawan penjajah adalah kecintaan mereka terhadap kemerdekaan tanah air, bangsa dan Negara Indonesia sebagai jiwa dan semangat nasionalisme dan patriotisme.
Patriotisme menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sikap dan semangat yang sangat cinta kepada tanah air sehingga berani berkorban jika diperlukan oleh negara. Menurut ensiklopedia Indonesia, istilah patriotism berasal dari bahasa yunani, patris yang berarti tanah air. Dari uraian disimpulkan bahwa patriotism mempunyai ciri-ciri, antara lain sbg:
1.      Cinta tanah air;
2.      Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara;
3.      Menempatkan persatuan, kesatuan, serta keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan;
4.      Berjiwa pembaharuan dan tak kenal menyerah;
5.      Berjiwa pemburu.

4.      Perwujudan Nasionalisme dan Patriotisme dalam Kehidupan Sehari-hari
Indonesia sangat perlu patriot-patriot bangsa dalam bidang ekonomi, social budaya, dan pertahanan keamanan. Pada zaman revolusi tahun 1945 sikap patriotic ditunjukan oleh para pejuang Indonesia. Bagi mereka yang penting Indonesia harus tetap merdeka. “sekali merdeka tetap merdeka, merdeka atau meati” adalah semboyan pejuang kemerdekaan waktu itu. Jiwa dan semangat nasionalisme dan patriotism, yaitu kerelaan berkorban masih tetap diperlukan untuk kepentingan sesama manusia serta untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan Negara. Inti dari nilai nasionalisme dan patriotisme adalah semangat cinta tanah air.
Bentuk pengalaman jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan bernegara, bermasyarakat, berkeluarga, dan sekolah bias dalam berbagai bentuk.
a.       Dalam kehidupan Negara
1.      Membayar pajak secara tertib
2.      Menjaga fasilitas-fasilitas umum, seperti halte, terminal, telpon umum
3.      Mengharumkan nama bangsa dalam dunia internasional, misalnya menjadi juara olimpiade dan lomba-lomba lain tingkat internasional
4.      Memberikan sumbangan devisa bagi Negara, misalnya TKI yang berkerja di luar negeri, pengusaha yang membawa keuntungan perusahaannya di luar negeri ke Indonesia
5.      Berpartisipasi aktif dalam ikut membrantas korupsi dan kolusi serta nepostisme sesuai dengan aturan yang berlaku.
b.      Dalam kehidupan bermasyarakat
1.      kerja bakti memajukan daerahnya
2.      Mendorong masyarakat melalui penyuluhan tentang pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat
3.      Menjadi orang tua asuh untuk membiayai pendidikan anak tak mampu di lingkungannya
4.      Menjaga nama baik masyarakat dengan tidak melakukan tindakan tercela
5.      Menjaga dan mencegah agar lingkungan tetap sehat dalam arti fisik atau moral
c.       Dalam kehidupan berkeluarga
1.      menjaga nama baik keluarga
2.      berjuang untuk kemajuan dan kesejahteraan keluarga
3.      orang tua yang sadar akan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya dengan bekerja keras mencarikan biaya
4.      dengan tulus merelakan kepergian putra-putrinya menjadi guru di daerah terpecil
d.      dalam kehidupan sekolah
1.      menjaga nama baik sekolah
2.      mengharumkan nama baik sekolah, misalnya menjadi juara dalam lomba di berbagai bidang
3.      belajar tekun untuk mendapatkan prestasi yang membanggakan bagi sekolah atau bagi diri sendiri
4.      melaksanakan hak dan kewajiban sebagai siswa sesuai dengan tata tertib sekolah
5.      sumbangan dari para siswa untuk korban bencana alam merupakan partisipasi siswa yang menunjukkan keluhuran budi pekertinya.

Bahasa Indonesai yang Baik dan Benar untuk Melakukan Konfirmasi Keputusan Pelanggan



Bahasa Indonesai yang Baik dan Benar
untuk Melakukan Konfirmasi Keputusan Pelanggan

1.      Teknik Berbicara
Menurut Widjaja (2000), teknik berbicara yang harus diperhatikan oleh seorang komunikator pada saat akan mengomunikasikan suatu pesan kepada komunikan terdiri atas 3 hal pokok sbg berikut.
a.       Penampilan
Dalam komunikasi tatap muka / menggunakan media audio-visual, seorang komunikator harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan komunikan.
b.      Penguasaan Masalah
Seorang komunikator benar-benar harus menguasai masalah yang akan disampaikan. Tujuannya agar menimbulkan kepercayaan terhadap pesan dan komunikator.
c.       Penguasaan Bahasa
Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang dapat dipahami oleh komunikan. Komunikatro juga harus menguasai istilah-istilah umum yang digunakan oleh lingkungan tertentu (khusus).
Dua hal penting pada diri komunikator agar komunikasi menjadi efektif:
a.       Source Credibility (Kepercayaan Kepada Komunikator)
Pesan yang dikomunikasikan mempunyai daya pengaruh yang lebih besar apabila komunikator mempunyai kredibilitas. Komponen kredibilitas adalah sbg berikut.
1.      Otoritas, memiliki otoritas berarti memiliki keahlian.
2.      Good sense, pendengar akan menyukai gagasan yang dikemukakan secara objektif.
3.      Good character, adalah karakter yang mencerminkan kejujuran, integritas, dan ketulusan.
4.      Good will, pendengar akan tertarik apabila mereka tahu bahwa yang dibicarakan untuk kepentingan mereka.
5.      Dinamisme, adalah ekspresi fisikal dan komitmen psikologis terhadap topik pembicaraan.
b.      Source Attractiveness (Daya Tarik Komunikator)
Seorang komunikator akan mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan sikap melalui mekanisme daya tarik.
Berikut enam perinsip dalam berbicara, yaitu:
a.       Prinsip Motivasi
Motivasi akan mendorong seseorang melakukan sesuatu yang sesuai denagn keinginan, kebutuhan, dan kekurangannya.

b.      Prinsip Perhatian
1.      Mengemukakan anekdot, yaitu sesuatu yang aneh, tidak biasa, atau bersifat humor.
2.      Mengambil hikmah sesuatu yang sekonyong-konyong terjadi.
3.      Mengambil hikmah sesuatu yang cocok.
c.       Prinsip Kegunaan
Seorang komunikator hendaknya menyampaikan sesuatu yang berguna bagi pendengar.
d.      Prinsip Keindraan
Komunikator hendaknya menyampaikan sesuatu yang akan melibatkan seluruh indra komunikan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penggunaan panca indra dalam proses komunikasi secara proporsional adalah indra penglihatan 83%, indra pendengaran 11%, indra penciuman 3,5%, indra perasa 1,5%, indra pengecap 1%. Proses komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan menggunakan alat-alat bantu. Kegunaan alat bantu sebagai berikut.
1.      Mengurangi rasa bosan
2.      Menghilangkan salah pengertian
3.      Membantu menyampaikan pesan secara sistematis, teratur, dan runtut
4.      Memperjelas penjelasan lisan
5.      Mengurangi penjelasan secara lisan karena gambar akan menjelaskan secara otomatis.
e.       Prinsip Pengertian
Agar pembicaraan mudah dipahami, maka seorang komunikator harus memperhatika hal-hal sbg berikut.
1.      Sebelum menguraikan pesan, terlebih dahulu disampaikan urutanpokok-pokok pembicaraan.
2.      Pesan-pesan disampaikan secara sistematis dan logis.
3.      Penyampaian pesan disertai dengan penggunaan ungkapan-ungkapan yang konkrit.
f.       Prinsip Ulangan (Pertubian)
Seorang komunikator hendaknya mengulang hal-hal yang dianggap penting sebagai penekanan.
Seorang komunikator harus mengetahui urutan pembicaraan yang baik. Urutan pembicaraan tersebut meliputi berikut ini.
1.      Pembukaan
2.      Digest lead, yaitu memulai suatu pembicaraan dengan pernyataan singkat, jelas dan padat.
3.      Statement lead, yaitu memulai pembicaraan dengan mengemukakan pernyataan dari para tokoh, pakar, atau ilmuwan.
4.      Circum stanted lead, yaitu memulai pembicaraan dengan mengemukakan situasi dan kondisi yang terjadi pada saat pembicaraan berlangsung.
5.      Suspended interest, yaitu memulai pembicaraan dengan pernyataan yang menarik, baik yang bersifat humor maupun urgent.
6.      Question lead, yaitu melalui suatu pembicaraan dengan melontarkan pertanyaan yang mengagetkan.
7.      Teknik anekdot, yaitu memulai pembicaraan dengan menggunkan kata-kata yang lucu, aneh, atau tidak biasa terjadi untuk membangkitkan gairah komunikan.
8.      Isi, mencakup garis besar lengkap, garis besar singkat, dan garis besar alur teknis.
9.      Penutup suatu pembicaraan merupakan ringkasan materi yang telah disampaikan atau juga dapat berisi saran, ajakan, dan harapan.
Model-model / pola-pola penyampaian pesan.
a.       Pola waktu (time order), yaitu penyampaian pesan berdasarkan urutan waktu.
b.      Pola tempat (place order), yaitu penyampaian pesan berdasrkan urutan tempat.
c.       Pola topik (topic order), yaitu penyampaian pesan yang didahului dengan pendahuluan, kemudian diikuti dengan pembahasan topik demi topik.

2.      Estetika Berbicara
Estetika merupakan satu cara untuk menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan berbicara. Estetika berbicara meliputi hal-hal sbg berikut.
a.       Rendah hati atau tidak sombong,
b.      Jangan bermuka cemberut, usahakan wajah berseri-seri,
c.       Hindari istilah-istilah teknis,
d.      Gunakan kata-kata tindakan action,
e.       Berbicara dengan tekanan tertentu, dll.
Hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan pada saat berbicara adalah sbg berikut.
a.       Memutar atau melempar-lempar benda di tangan,
b.      Mempermainkan benda atau barang yang dipegang,
c.       Bersikap seenaknya, tanpa menyadari siapa dirinya,
d.      Memberikan pesan tanpa persiapan,
e.       Melakukan sesuatu yang menggangu perhatian,dll.

3.      Mengatasi Konflik Saat Konfirmasi
Pada hakikatnya, konflik dapat didefinisikan sebagai segala jenis interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua orang atau lebih.
a.       Penyebab konflik
Menurut Supardi dan Anwar (2004), penyebab munculnya konflik dapat diuraikan sebagai struktur, komunikasi, dan pribadi.
Menurut Nye (1973) dalam bukunya Conflict Among Human, sumber-sumber konflik dapat dibedakan menjadi lima, yaitu sbg berikut.
1.      Kompetisi,
2.      Dominasi,
3.      Kegagalan,
4.      Provokasi,
5.      Perbedaan nilai.
b.      Perubahan pandangan tentang konflik
Konflik yang dapat mengembangakan kegiatan organisasi disebut konflik fungsional. Konflik yang mengganggu pelaksanaan kegiatan disebut konflik disfungsional.contoh konflik fungsional adalah sbg berikut.
1.      Manajer dapat menemukan cara penggunaan dana yang baik.
2.      Lebih mempersatukan para anggota organisasi.
3.      Manajer mungkin menemukan cara perbaikan prestasi organisasi.
Contoh konflik disfungsional adalah sbg berikut.
1.      Kerjasama antar manajer dapat rusak.
2.      Koordinasi kegiatan-kegiatan organisasi sulit untuk dilakukan.
Tabel 2.10 Macam-macam Pandangan tentang Konflik
Pandangan Lama
Pandangan Baru
a.       Konflik dapat dihindari
a)       Konflik tidak dapat dihindari.
b.       Konflik disebabkan oleh kesalahan manajemen dalam perancangan dan pengolahan organisasi.
b)       Konflik timbul karena banyak sebab, termasuk struktur organisasi, perbedaan tujuan, perbedaan dalam persepsi, dan nilai-nilai pribadi.
c.        Konflik mengganggu organisasi dan menghalangi pelaksanaan optimal.
c)       Konflik dapat membantu atau menghambat pelaksanaan kegiatan organisasi dalam berbagai derajat.
d.       Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan tingkat konflik yang moderat.
d)       Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhakan penghapusan konflik.
e.        Tugas manajemen adalah menghilangkan konflik.
e)       Tugas manajemen adalah mengelola tingkat konflik dan menyelesaikannya.

c.       Jenis-jenis konflik
1.      Konflik dalam diri individu.
2.      Konflik antarindividu dalam organisasi yang sama.
3.      Konflik antarindividu dan kelompok.
4.      Konflik antarkelompok dalam organisasi yang sama.
5.      Konflik antarorganisasi.
d.      Metode-metode pengolahan konflik
1.      Metode stimulasi konflik diantaranya:
a.       Pemasukan / penemuan orang luar ke dalam kelompok,
b.      Penyusunan kembali organisasi,
c.       Penawaran bonus, pembayaran insentif, dan penghargaan untuk mendorong persaingan,
d.      Pemilihan manajer-manajer yang tepat,
e.       Perlakuan yang beda dengan kebiasaan.

2.      Metode pengurangan konflik ada dua, yaitu:
a.       Metode pertama, mengganti tujuan yang menimbulkan persaingan dengan tujuan yang lebih tepat diterima oleh kedua kelompok,
b.      Metode kedua, mempersatukan kedua kelompok yang bertentangan untuk menghadapi ancaman atau musuh yang sama.
3.      Metode penyelesaian konflik
a.       Dominasi dan penekanan
1.      Forcing (kekerasan) bersifat menekan secara otokratik.
2.      Smoothing (penenangan dengan halus) merupakan cara yang diplomatis.
3.      Avoidance (penghindaran), manajer menghindar untuk mengmbil posisi yang tegas.
4.      Majoritas rule (kaidaj mayoritas), mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan voting.
b.      Kompromi
1.      Separation (pemisahan), pihak-pihak yang bertentangan dipisahkan sampai mereka mendapat persetujuan.
2.      Arbitrasi (perwasitan), pihak ketiga (manajer) diminta memberi pendapat kembali untuk peraturan-peraturan yang berlaku.
c.       Pemecahan masalah integrative
1.      Konsensus, pihak-pihak yang sedang bertentang bertemu bersama untuk mencari penyelesaian terbaik.
2.      Konfrontasi, pihak-pihak yang sedang bertentangan menyatakan pendapatnya secara langsung.
3.      Superordinate goals (penggunaan-penggunaan tujuan yang lebih tinggi).
Tabel 2.11 Konflik Struktural
Konflik
Keterangan
a.       Hierarki
Konflik antara berbagai tingkatan organisasi.
b.       Fungsional
Konflik antara tingkatan departemen fungsional organisasi.
c.        Lini-staf
Konflik antara lini dan staf.
d.       Formal-informal
Konflik antara organisasi formal dan informal.